Pengertian Filsafat Pendidikan
dan Analisis Filsafat Tentang Pendidikan
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah
Filsafat Pendidikan Islam
Dosen pengampu:
Nasiruddin, S.Pd,I., M.S.I.
![]() |
Dose
Disusun Oleh :
Nurhidayatulloh
(141100186)
UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA
S1 PENDIDIKANAGAMA ISLAM
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar blakang
Sesungguhnya
batasan filsafat merupakan ciptaan dirinya sendiri yang mengaku sebagai
pengetahuan berpikir yang tak mengenal batasan. Tanpa ada batasan dapat
dikatakan sebagai batasan filsafat itu sendiri. Oleh karena itu, secara
epistemologis, pembatasan terhadap istilah atau konsep filsafat dapat dijadikan
titik tolak perbincangan filsafat dengan objek yang dikajinya. Dengan
epistimologi pula, batasan itu dibuat untukmemperjelas setiap konsep tertentu,
tidak terkecuali dengan filsafat sendiri.[1]
Secara formal,
filsafat masih bersifat umum, lalu lahir filsafat yang khusus, seperti filsafat
sejarah, filsafat hukum, filsafat sosial, filsafat kebudayaan, filsafat timur,
filsafat barat, filsafat agama, filsafat politik, filsafat islam, dan filsafat
pendidikan. Semua itu merupakan bagian dari filsafat khusus yang kajian dan
pandangan-pandanganya mengkhususkan dari pada disiplin ilmu atau cabang ilmu tertentu.
Dengan demikian, bisa jadi filsafat ada di mana-mana dan di mana-mana ada
filsafat.
Ilmu
pengetahuan ilmiah dihasilkan melalui metode-metode keilmuan yang teruji,
sebagai produk dari olah jiwa, olah pikir, olah indra, serta daya penalaran
manusia yang dapat dijadikan salah satu sumber kebenaran ilmiah. Ilmu yang
tersebar luas disosialisasikan melalui pendidikan. Pendidikan adalah usaha yang
bersifat mendidik, membimbing, membina, memengaruhi, dan mengarahkan setiap
anak didik yang dapat dilakukan secara formal maupun non formal. Lembaga
pendidikan sekolah, keluarga, dan masyarakat serta lingkungan sekitar dapat
menjadi media pendidikan atau penyebaran ilmu pengetahuan.
Ilmu pendidikan
islam adalah seperangkat pengetahuan yang berbasis kepada Al-Qur’an dan
As-Sunnah yang dijadikan landasan untuk pembelajaran dalam kehidupan. Seperti
ibadah, mencari ilmu, yang harus dilakukan oleh seorang pendidik dan peserta
didik agar bisa mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapai.[2]
Paparan di atas
memberikan sedikit gambaran tentang pengertian filsafat pendidikan Islam,
Kedudukan dan Sumbernya, tetapi gambaran tersebut masih terbatas dan samar.
Sebagai bagian dari pelaku pendidikan Islam tentunya kita dituntut untuk
mengerti seluk beluk Filsafat Pendidikan Islam untuk kepentingan pengembangan
Pendidikan Islam. Hal itu bisa kita mulai dengan mempelajari pengertian,
kedudukan dan sumber-sumbernya.
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan
uraian di atas, maka pembahasan makalah ini akan dibatasi dengan uraian sebagai
berikut:
1.
Pengertian
filsafat pendidikan islam?.
2.
Analisis
tentang pendidikan islam?
C.
Tujuan
Tujuan dari
rumusan masalah diatas adalah sebagai berikut:
1.
Agar
dapat mengetahui tentang pengertian filsafat pendidikan islam
2.
Agar
dapat mengetahui analisis tentang pendidikan islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian filsafat
Filsafat
berasal dari bahasa arab yaitu falsafah yang dikemukakan oleh Harun
Nasution yang dimana kata falsafah tersebut ditimbang dengan kata fa’lala,
fa’lalah, dan fi’lal. Jika diambil dari bahasa inggris maka kata filsafat
disebut dengan philosophy, sedangkan dalam bahasa Yunani philein atau
philos artinya cinta dan sofein, sophi/so[hia artinya kebijaksanaan.
Dengan demikian, filsafat dapat diartikan sebagai cinta kebijaksanaan.
Kebijaksanaan dalam bahasa arab diistilahkan dengan kata al-hikmah. Oleh
karena itu, falsafah adalah al-hikmah.[3]
Menurut
Dr.Sondang P. Siagian, M.PA. adalah cinta kepada kebijaksanaan. Untuk
menjadi bijaksana seseorang harus berusaha mendalami hakikat sesuatu. Dengan
kata lain bahwa berfilsafat berarti berusaha untuk mengetahui tentang sesuatu,
fungsinyaa, ciri-cirinya, kegunaanya, masalah-masalahnya dan pemecahanya.[4]
Kamus Besar
Bahasa Indonesia menulis bahwa filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan
dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.[5]
Ada lima unsur
yang mendasari sebuah pemikiran filsafat, yaitu:[6]
a.
Filsafat
itu sebuah ilmu pengetahuan yang mengandalkan penggunaan akal (rasio) sebagai
sumbernya. Karena filsafat merupakan kegiatan dan proses berfikir.
b.
Tujuan
filsafat adalah mencari kebenaran atau hakikat segala sesuatu yang ada.
c.
Objek
material filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang tampak.
d.
Metode
yang digunakan dalam berfikir filsafat
adalah mendalam, sistematis, radikal, dan universal.
e.
Kebenaran
filsafat bersifat tentatif dan relatif.
B.
Pengertian Pendidikan
Menutut
Poerwadarminta (1976:250), istilah pendidikan berasal dari kata “didik” dengan
memberinya awalan “pe” dan akhiran “kan” mengandung arti “perbuatan” (hal,
cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani
yaitu “paedagogie”, yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah
ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “education” yang
berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering
diterjemahkan dengan “Tarbiyah” yang berarti pendidikan.[7]
Ahmad Tafsir (1990:6) menawarkan definisi pendidikan sebagai
berikut, yakni “pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dari segala
aspeknya”. Definisi ini menurut dia dapat berlaku pada pendidikan yang
melibatkan guru maupun yang tidak memerlukan guru (pendidik); mencakup
pendidikan formal, non formal maupun informal. Jadi yang dibina oleh pendidikan
dalam definisi ini adalah seluruh aspek-aspek kepribadian.
Berdasarkan
definisi beberapa pendapat para ahli pendidikan di atas, maka dapatlah diambil
kesimpulan bahwa pendidikan adalah proses bimbingan secara sadar dari orang
dewasa terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik, dengan cara
mentransferkan berbagai aspek kehidupan, baik rohani maupun jasmani, berupa
pengetahuan, kecakapan atau keterampilan sehingga membawa perubahan kepada
kepribadian (personality) yang akhirnya dapat hidup bahagia (lahir maupun
bathin) baik secara individu maupun dalam masyarakat serta sadar terhadap
Tuhan.
C.
Pengertian Islam
Syekh Muhammad
Syaltut yang dikutip dari Endang Saepudin Anshari dalam bukunya wawasan Islam
(1986:22) menyebutkan bahwa:”Islam itu adalah agama Allah yang diperintahkannya
untuk mengajarkan tentang pokok-pokok serta peraturan-peraturannya kepada Nabi
Muhammad dan menugaskannya untuk menyampaikan agama tersebut kepada seluruh
manusia dan mengajak untuk memeluknya.”[8]
A. Gaffar
Ismail (1986:23) menyatakan bahwa : “ Islam nama agama yang dibawa oleh
Muhammad saw, berisi kelengkapan dari pelajaran-pelajaran meliputi:kepercayaan,
seremoni peribadatan, tata tertib pergaulan hidup, peraturan-peraturan Tuhan,
bangunan budi pekerti yang utama dan menjelaskan rahasia penghidupan yang kedua
(akhirat).”
Saepudin
Anshari (1986:19) menyatakan bahwa: “Islam dalam arti khas (sempit) adalah
Arkanul Islam, rukun Islam yang lima. Islam dalam arti yang luas adalah sama
dengan Dinul Islam.”
Dari arti
pendidikan dan Islam tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam
adalah suatu proses bimbingan dan pengajaran oleh subjek terhadap objek didik
dengan bahan-bahan atau materi-materi yang berdasarkan konsep-konsep Islam
menuju pembentukan pribadi muslim yang sempurna.
Konsep
pendidikan menurut Islam yaitu manusia akan menjadi manusia karena
berpendidikan, mendidik berarti memanusiakan. Untuk menjadi manusia beriman dan
bertaqwa diperlukan pendidikan. Ajaran-ajaran Allah swt berupa petunjuk yang
harus dikerjakan dan larangan yang harus ditinggalkan, perlu disampaikan dari
generasi ke generasi melalui proses pendidikan. Setiap generasi dan bahkan
individu akan selamat dunia dan akhirat, bilamana dididik dengan mengikuti
petunjuk-petunjuk dari Allah swt, meskipun banyak yang ingkar.
D.
Pengertian Pendidikan Islam
Ilmu pendidikan
islam adalah seperangkat pengetahuan yang berbasis kepada Al-Qur’an dan
As-Sunnah yang dijadikan landasan atau pacuan untuk pembelajaran dalam
kehidupan.[9]
Menurut Drs.
Ahmad D. Marimba: pendidikan islam adalah bimbinga jasmani, rohani berdasarkan
hukum hukum agama islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran
islam. Atau bisa disebut dengan kepribadian muslim yaitu kepribadian yang
memiliki nilai-nilai agama islam.
Menurut Abdur
Rahman Nahlawi:
اَلتَّرْبِيَّةُ اْلاِسْلاَمِيَّةُهِيَ التَّنْظِيْمُ
اْلمُنْفَسِيُّ وَالْاِجْتِمَاعِيُّ الَّذِيْ يُؤْدِيْ اِلَى
اعْتِنَاقِالْاِسْلاَمِ وَتَطْبِيْقَةٍ كُلّيًّا فِى حَيَاةِ اْلفَرْدِ وَالْجَمَاعَةِ
Artinya: “Pendidikan islam adalah
pengaturan pribadi dan masyarakat sehinga dapat memeluk islam secara logis dan
sesuai secara keseluruhan baik dalam kehidupan individu maupun kolektif.”
Pendidikan islam adalah pendidikan yang melatih sensibiltas murid-murid
sedemikian rupa, sehingga dalam perilaku mereka terhadap kehidupan,
langkah-langkah dan keputusan, begitu pula pendekatan mereka terhadap semua
ilmu pengetahuan, diatur oleh nilai-nilai etika islam yang sangat dalam
dirasakan.[10]
E. Pengertian
Filsafat Pendidikan Islam
Manusia adalah kholifah di bumi. Sebagai kholifah, manusia mendapat
kuasa dan wewenang untuk melaksanakanya. Dengan demikian, pendidikan merupakan
urusan hidup dan kehidupan manusia dan merupakan tanggung jawab manusia itu
sendiri.
Dengan berkembanngnya zaman, fisafat juga telah berkembang metode-metode
filosofis dan aliran-aliran filsafat yang beraneka ragam, yang semuanya telah
memberikan arah dan mempengaruhi jalanya pertumbuhan dan perkembangan umat
islam, baik secara individu maupun secara ijtima’i.
Dengan demikian filsafat pendidikan islam dapat diartikan sebagai studi
tentang pandangan filosofis dari sistem dan aliran filsafat dalam islam
terhadap masalah-masalah kependidikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan
dan perkembangan manusia muslim dan umat islam.
Disamping itu filsafat pendidikan islam juga merupakan studi tentang
penggunaan dan penerangan metode dan
sistem filsafat islam dalam memecahkan problematika pendidikan umat islam. Dan
selanjutnya memberikan arah dan tujuan yang jelas terhadap pelaksanaan
pendidikan umat islam.
F. Analisa
Tentang Pendidikan
Pendidikan di indonesia sangat rendah terutama pada pendidikan akhlak
yang seharusnya dijunjung tinggi, karena akhlak tersebut sangat mencerminkan
ilmu yang di dapat. Banyak contoh yang saat ini banyak terjadi dikalangan kita,
seperti guru dihukum karena melakukan sedikit kekerasan pada siswanya. Padahal
zaman dahulu ketika belajar di dalam lembaga formal maupun tidak formal ada
sebuah kerasan yang dilakukan oleh seorang guru kepada muridnya, dan saat itu
orang tua pun juga mendukung supaya anaknya menjadi yang terdidik sesua yang
diinginkan. Tetapi beda dengan saat ini yang dimana orang tua tidak terima
dengan adanya kekerasan di dalam lembaga pendidikan, meskipun tujuan seorang
guru itu sangat mulia, karena ingin menjadikan siswa tersebut menjadi lebih
baik. Pada permasalah ini saya memiliki solusi yaitu:
a) Sebaiknya didalam sebuah pendidikan banyak
dimasuki materi-materi terkait akhlak, yang dimana disitu diajarkan moral, sopan
santun, jujur, tawadzu’ dan lain-lain.
b) Dari guru sendiri seharusnya memberikan
contoh teladan kepada siswanya terkait itu semua, karena seorang murid akan
mencontoh gurunya apa saja yang dilakukanya.
c) Dari pihak orang tua seharus nya mendukung
kebijakan yang dilakukan oleh seorang guru yang dimana guru tersebut mempunyai
tujuan yaitu menjadikan seorang siswanya menjadi lebih baik.
BAB III
KESIMPULAN
Filsafat pendidikan islam adalah studi tentang pandangan para filosofis
terhadap permasalahan yang ada didalam sebuah pendidikan dan sebagai suatu
acuan untuk memecahkan sebuah problem-problem yang ada dalam pendidikan.
Terkait permasalahan yang ada dalam pendidikan yaitu kurangnya
pendidikan moral yang harus diterapkan di dalam kehidupan bermasyarakat,
diantaranya yang harus dilakukan adalah:
a) memberikan contoh terlebih dahulu sebelum
memberikan materi terhadap siwa siswinya,
b) memberikan tekanan kepada siswa atau orang
tua terkait hukuman hukuman kepada anak yang melakukan kekerasan secara
berulang-ulang.
DAFTAR PUSTAKA
Suharto, Toto.2006. Filsafat Pendidikan
Islam. Jogjakarta: Ar-Ruzz
Basri,
Hasan. 2014. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia
Ihsan,
Hamdani dan Ihsan, A Fuad. 2007. Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka
Setia
Ali Ashraf, Horizon Baru Pendidikan Islam,
alih bahasa Sori Siregar (Cet. III: Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996)
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus
Besar Bahasa Indonesia (Cet. I; Jakarta: Balai Pustaka, 1988),
[1]Drs. Hasan
Basri, M.Ag., Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka Setia, Bandung, 2014,
hlm. 10.
[2]Drs. Hasan
Basri, M.Ag., Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka Setia, Bandung, 2014,
hlm. 14.
[3] Drs. Hasan
Basri, M.Ag., Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka Setia, Bandung, 2014,
hlm. 9.
[4]Drs. H. Hamdani
Ihsan dan Drs. H. A. Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka
Setia, Bandung, 2007, hlm. 10.
[5]Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. I;
Jakarta: Balai Pustaka, 1988), hlm. 242.
[6]Toto Suharto, Filsafat
Pendidikan Islam, AR-Ruzz Media, Jogjakarta, 2006, hlm. 26.
[7]http://www.definisi-pengertian.com/2015/05/definisi-pengertian-pendidikan-islam.html
[8]http://www.definisi-pengertian.com/2015/05/definisi-pengertian-pendidikan-islam.html
[9]Drs. Hasan
Basri, M.Ag., Filsafat Pendidikan Islam, Pustaka Setia, Bandung, 2014,
hlm. 14.
[10] Ali Ashraf, Horizon
Baru Pendidikan Islam, alih bahasa Sori Siregar (Cet. III: Jakarta: Pustaka
Firdaus, 1996), hlm. 23.